Tata Nama Senyawa Kimia

Posted: April 29, 2012 in Learning

A. Senyawa biner dari logam dan nonlogam (senyawa ionik)

  1)  Penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion dari logam

2) Senyawa yang terbentuk haruslah bermuatan netral.

3) Untuk logam yang dapat membentuk beberapa kation dengan muatan berbeda,maka muatan kationnya dinyatakan dengan angka Romawi

Contoh: CuO, dengan O bermuatan -2, agar senyawa bermuatan 0 maka Cu bermuatan +2. Maka, nama senyawa tersebut adalah Tembaga (II) Oksida

B. Senyawa biner dari non-logam dan non-logam (senyawa kovalen)

1)Penamaan senyawa mengikuti urutan berikut:

Bi – Si – As – C – P – N – H – S – I –  Cl – O –F

2) Penamaan dimulai dari nama non-logam pertama diikuti nama non-logam kedua yang diberi akhiran –ida

Contoh:

HCl dinamakan hidrogen klorida

3) Jika dua jenis non-logam dapat membentuk lebih dari satu jenis senyawa, maka digunakan awalan Yunani sesuai angka indeks dalam rumus kimianya

1 = mono                                  6 = heksa

2 = di                                         7 = hepta

3 = tri                                         8 = okta

4 = tetra                                     9 = nona

5 = penta                                  10 = deka

Contoh:

• CO   =  karbon monoksida

• CO2   =  karbon dioksida

• PCl3   =  fosforus triklorida

• P4O10 =  tetrafosforus dekaoksida

C. Senyawa Yang Mengandung Ion  Poliatom

1) Penamaan dimulai dari nama kation logam diikuti nama anion poliatom.

Contoh:

• NaOH dari Na+  dan OH-  nama senyawanya

Natrium hidroksida;

• KMnO4 dari K+ dan MnO4- nama senyawanya

Kalium permanganat;

• PbSO4 dari Pb2+ dan SO4 nama senyawanya

Timbal (II) sulfat

2) Untuk senyawa yang terdiri atas kation poliatom dan anion monoatom atau poliatom,

penamaan dimulai dari nama kation poliatom diikuti nama anion monoatom atau   poliatom.

Contoh:

• NH4Cl : ammonium klorida

• NH4CN : ammonium sianida

• (NH4)2SO4 : ammonium sulfat

D. Senyawa Asam, Basa dan Garam

1) Senyawa asam

a) Untuk senyawa asam biner (terdiri atas    dua jenis unsur), penamaan dimulai dari kata ‘asam’ diikuti nama sisa asamnya, yaitu anion non-logam

Contoh:

• HF : asam fluorida

• H2S : asam sulfida

Untuk senyawa asam yang terdiri dari 3 jenis unsur, penamaan dimulai dari kata‘asam’ diikuti nama sisa asamnya, yaitu anion poliatom

Contoh:

• HCN : asam sianida

• H2SO4 : asam sulfat

• HCH3COO : asam asetat

2) Basa

Basa adalah zat yang di dalam air dapat   menghasilkan ion OH_. Pada umumnya,

basa adalah senyawa ion yang terdiri dari kation logam dan anion OH_. Tata nama basa

adalah nama kationnya diikuti kata hidroksida.

Contoh:

• NaOH : natrium hidroksida

• Ca(OH)2 : kalsium hidroksida

• Al (OH)3 : alumunium hidroksida

3)  Garam

Garam adalah senyawa ion yang terdiri atas kation basa dan anion sisa asam. Rumus garam diperoleh dengan memberi angka indeks pada kation dan anionnya, sehingga jumlah muatan positif sama dengan jumlah muatan negative. Nama garam adalah rangkaian nama kation yang diikuti oleh nama anion.

“Anyone who has never has a mistake never tried anything new”-Albert Einstein-

Sumber: http://sman2pml.sch.id/psb/KIMIA/Kimia_X_2_2.1_Tatanama%20senyawa_Dahniar/Tatanama%20senyawa%20hasil%20revisi.ppt

About these ads
Komentar
  1. dhunyo mengatakan:

    waduh kimia sejak sma adlah pelajaran yang sedikit aku benci..hehe :d

    http://dhunyo.wordpress.com

  2. anwar mengatakan:

    mantap.. i love chemistry. kembangkan lagi blog2 yang bergunanya. :D

  3. muva rendra mengatakan:

    I like kimia :)

Berikan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s