Kegiatan Ekspor Impor

Posted: Mei 9, 2012 in Learning

Ekspor

Ekspor adalah Kegiatan menjual barang atau jasa ke negara lain. Tidak semua barang boleh di ekspor, beberapa barang yang dilarang diekspor diantaranya adalah

  • Ikan dalam keadaan hidup : Ikan dan anak ikan Arwana jenis Sclerophages Formosus, Benih ikan Sidat (Anguila SPP) dibawah ukuran 5 mm, Ikan hias air tawar jenis Botia macracanthus ukuran 15 cm keatas, Udang galah air tawar dibawah ukuran 8 cm, Induk dan calon induk Udang Penaeidae, Karet bongkah;
  • Barang kuno yang bernilai kebudayaan (benda cagar budaya);
  • Binatang liar dan tumbuhan alam yang dilindungi yang termasuk dalam Appendix 1 dan 3 CITES;
  • Bahan-bahan remiling : Slabs, Lumps, Scraps, Karet Tanah, Unsmoked Shets, Blanked sheets, Smoked lebih rendah dari kualitas IV, Remilled 4, Cutting C, Blanked D. off, Kulit mentah, pickled dan wet blue dari binatang melata (kecuali kulit buaya dalam benuk wet blue).2. Aneka Cara Ekspor

Ekspor Biasa

Dalam hal ini barang di kirim ke luar negeri sesuai dengan peraturan umum yang berlaku, yang ditujukan kepada pembeli di luar negeri untuk memenuhi suatu transaksi yang sebelumnya sudah diadakan dengan importir di luar negeri. Sesuai dengan perturan devisa yang berlaku maka hasil devisa yang di peroleh dari ekspor ini dapat di jual kepada Bank Indonesia, sedangkan eksportir menerima pemabayaran dalam mata uang rupiah sesuai dengan penatapan nilai kurs valuta asing yang ditentukan dalam bursa valuta, atau juga dapat dipakai sendiri oleh eksportir.
II. Barter
Barter adalah pengiriman barang-barang ke luar negeri untuk ditukarkan langsung dengan barang, tidak menerima pembayaran di dalam mata uang rupiah. Kalau kiata mempelajari sejarah masyarakat primitif ataupun masyarkat suku terasing, maka kebanyakan cara yang mereka tempuh dalam memenuhi kebutuhannya adalah dengan cara “tukar menukar” apa yang dipunyai (diproduksinya) dengan barang apa yang di miliki tetangganya.
III. Konsinyasi (Consignment)
Adalah pengiriman barang ke luar negeri untuk di jual sedangkan hasil penjualannya diperlakukan sama dengan hasil ekspor biasa. Jadi, dalam hal ini barang di kirim ke luar negeri bukan untuk ditukarkan dengan barang lain seperti dalam hal barter, dan juga bukan untuk memenuhi suatu transaksi yang sebelumnya sudah dilakukan eperti dalam hal ekspor biasa. Tegasnya di dalam pengiriman barang sebagai barang konsinyasi belum ada pembeli yang tertentu diluar negeri.
IV. Package-Deal
Dalam rangka memperluas pasaran hasil bumi Indonesia terutama dengan negara sosialis, pemerintah adakalanya mengadakan perjanjian perdagangan (trade agreement) dengan salah satu negara pada perjanjian ditetapkan sejumlah barang tertentu akan diekspor ke negara itu dan sebaliknya dan dari negara itu akan diimpor sejumlah jenis barang yang dihasilkan dari negara tersebut dan yang kiranya kita butuhkan. Pada prinsipnya semacam barter, namun terdiri dari aneka komoditi.
V. Penyelundupan (smuggling)
Di negara manapun hampir selalu ada, baik perorangan maupun badan-badan usaha yang hanya memikirkan kepentingan dan keuntungan diri sendiri tanpa mengindahkan peraturan yang berlaku. Ada saja dalam perdagangan luar negeri golongan yang berusaha lolos dari peraturan pemerintah yang dianggapnya merugikan kepentingannya.

  1. Tabel ekspor Indonesia

No

Nama Negara

Barang Ekspor

1

Inggris

Tembakau, karet, kelapa sawit, teh, kopi

2

Belanda

Kopra, kopi, rempah-rempah, dan hasil perkebunan

3

Belgia dan Luxemburg

Karet, kopi, tembakau, udang, lada putih, kayu gergajian, benang tenun, pakaian jadi, kayu lapis

4

Jepang

Minyak bumi, biji logam, alumunium, kayu, bahan makanan

5

Amerika

Minyak bumi dan elpiji

6

Perancis

Bahan baku, industri parfum, karet, kelapa sawit

7

Jerman

Karet, tembaga, timah, minyak bumi

8

Thailand

Ikan segar dan beku, pupuk urea, besi baja, pakaian jadi, semen, batu bara, kertas, kayu lapis, tembakau, besi

9

Singapura

Minyak mentah, karet alam, timah, kayu lapis, kosmetik, kertas, alat telkom, alat tulis

10

Brunei Darussalam

Semen dan barang bangunan, pakaian jadi, mineral hasil olahan, tepung, rokok

11

Australia

Batu bara, pupuk urea, minyak mentah, sepatu, kayu lapis, teh,

12

Malaysia

Batubara, pupuk urea, minyak mentah, tembakau

13

Selandia Baru

Kopi, pakaian jadi, minyak mentah, sepatu, kayu lapis, teh

14

Saudi Arabia

Kayu lapis, teh

15

RRC

Teh, kayu lapis, semen, kopi, timah, tembaga

16

Mesir

Teh, kayu lapis, semen, kopi, timah, tembaga

17

Madagaskar

Kayu, teh, kopi, karet, kertas

18

Afrika Selatan

Barang logam, bahan makanan, bahan tekstil, pakaian jadi,

19

India

Mesin, bahan makanan, tkstil, pakaian jadi, alkohol, minyak bumi

20

Philipina

Minyak bumi, bahan pupuk, semen

 Teori keuntungan komparatif

Alasan negara melakukan perdagangan internasional didasari oleh teori Keuntungan Komparatif (comparative advantage) yang dikembangkan oleh David Ricardo, Menurutnya, perdagangan internasional terjadi bila ada perbedaan keunggulan komparatif antarnegara. Ia berpendapat bahwa keunggulan komparatif akan tercapai jika suatu negara mampu memproduksi barang dan jasa lebih banyak dengan biaya yang lebih murah daripada negara lainnya. Sebagai contoh, Indonesia dan Malaysia sama-sama memproduksi kopi dan timah. Indonesia mampu memproduksi kopi secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi timah secara efisien dan murah. Sebaliknya, Malaysia mampu dalam memproduksi timah secara efisien dan dengan biaya yang murah, tetapi tidak mampu memproduksi kopi secara efisien dan murah. Dengan demikian, Indonesia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi kopi dan Malaysia memiliki keunggulan komparatif dalam memproduksi timah.Perdagangan akan saling menguntungkan jika kedua negara bersedia bertukar kopi dan timah.

Impor

Impor adalah kegiatan membeli barang atau jasa dari negara lain.

  1. Tabel Impor

No

Nama Negara

Impor

Barang

Jasa

1

Belanda

mesin-mesin, alat elektronika, pesawat

1) Jasa tenaga ahli dalam bidang penelitian dan pegembangan wilayag Indonesia

2) Jasa konsultan

Pengiriman konsultan dalam berbagai bidang ke Indonesia.

3) Jasa pendidikan

Banyak mahasiswa dan pelajar Indonesia yang menuntut ilmu di negeri Belanda.

4) Jasa transportasi

Untuk mengirim barang-barang ekspor menggunakan jasa angkutan/udara, laut ke Indonesia.

5) Jasa modal

Penanaman modal asing pemberian pinjaman dalam berbagai proyek pembangunan di Indonesia.

2

Inggris

hasil industri, mobil, mesinmesin, alat-alat listrik, tekstil

1) Jasa tenaga

Jasa instruktur bagi Indonesia.

2) Jasa modal

Pemberian bantuan bagi pembangunan di Indonesia, penanaman modal.

3) Jasa pendidikan

Banyak mahasiswa dan pelajar Indonesia ke Inggris.

4) Jasa komunikasi

RRI dan TVRI mempunyai siaran dalam bahasa Inggris.

3

Perancis

bahan kosmetik, mobil, mesin-mesin, bahan pakaian dan hasil mode.

1) Jasa konsultan.

2) Jasa transportasi.

3) Jasa tenaga ahli dalam berbagai macam penelitian.

4) Jasa pendidikan.

4

Belgia dan Luxemburg

pupuk dan mesin-mesin khusus untuk industri

1) Jasa modal (bersama dengan negara Benelux, Belgia, Nederland, dan Luxemburg memberikan pinjaman modal).

2) Jasa tenaga ahli.

3) Jasa transportasi.

5

Jerman

barang-barang elektronik, mobil, mesin-mesin dan hasil produksi industri kimia (obat, pupuk, dan insektisida)

1) Jasa tenaga ahli dalam bidang penelitian di LIPI, BATAN, dan LAPAN.

- LIPI (Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia)

- BATAN (Badan Tenaga Atom Nasional)

- LAPAN (Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional)

2) Jasa Modal:

Pemberian pinjaman modal dalam pendirian IPTN (Industri Pesawat

Terbang Nusantara) di Bandung dan Krkatau Steel.

3) Jasa pendidikan.

4) Jasa transportasi.

6

Singapura

hasil minyak bumi, plastik, makanan hewan, alat perkapalan, alkohol, dan besi baja

1) Jasa modal pemberian bantuan dalam membangun kawasan industri di Batam.

2) Jasa transportasi.

3) Jasa tenaga ahli

7

Saudi Arabia

Minyak mentah

1) Pendidikan.

2) Jasa modal.

3) Jasa transportasi.

8

Jepang

mesin-mesin mobil, sepeda motor, alat-alat berat, peralatan kereta api, kapal, bahan-bahan kimia, tekstil, alat-alat elektronik, produk-produk logam

1) Jasa modal.

2) Jasa transportasi.

3) Jasa tenaga ahli.

4) Jasa pendidikan.

9

Australia

wol, gandum, mentega, susu, keju, alat elektronik, daging

1) Jasa modal.

2) Jasa tenaga ahli dalam bidang energi dan sumber daya mineral.

3) Jasa angkutan.

4) Jasa pendidikan.

10

Amerika

gandum, kedelai, minuman, barangbarang elektronik, dan barang-barang konsumsi lainnya

1) Jasa konsultan.

2) Jasa komunikasi (satelit).

3) Jasa modal.

4) Jasa transportasi.

 

Alasan

Beberapa hal yang menyebabkan suatu negara melakukan kegiatan ekspor dan impor antara lain    :

-          Perbedaan iklim

-          Perbedaan atau perkembangan IPTEK

-          Perbedaan SDA/SDM

-          Perbedaan selera masyarakat dan permintaan

Sebagai contoh, orang Australia lebih senang makan ikan daripada daging sapi. Sedangkan orang Indonesia lebih senang makan daging sapi. Jadi, akan lebih menguntungkan jika Indonesia mengekspor ikan ke Australia dan mengimpor daging sapi dari Australia. Sebaliknya, dari Australia lebih baik mengekspor daging sapi dan mengimpor ikan dari Indonesia.

-          Perbedaan sosial dan kebudayaan

Latar belakang budaya Indonesia khususnya di bidang kerajinan ukiran atau batik menjadi daya tarik bangsa lain untuk membeli ukiran/batik dari Indonesia.

-          Perbedaan biaya produksi

Ekspor impor bisa terjadi karena suatu negara mampu memproduksi barang dengan biaya produksi lebih rendah dari negara lainnya. Suatu negara akan memperoleh keuntungan apabila memproduksi dan mengekspor barang tertentu yang biaya produksinya lebih rendah dari negara lain.

Sumber:

  1. Agung, Leo dan Sutoyo, 2009, IPS 6 : untuk SD / MI Kelas 6, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 159 – 163.
  2. Agung, Leo dan Sutoyo, 2009, IPS 6 : untuk SD / MI Kelas 6, Jakarta : Pusat Perbukuan Departemen Pendidikan Nasional, h. 163 – 166.
  3. http://yasinta.net/perdagangan-internasional-dan-keuntungan-komparatif-international-trade-and-comparative-advantage/
  4. www. Wikipedia.com
  5. Buku revolusi belajar “KODING” Ganesha Operation kelas 9 SMP semester 1

 

Keep smile :)

“Anyone who has never has a mistake never tried anything new”-Albert Einstein-

 

About these ads

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s